Keracunan MBG di Pati, SPPG Dinonaktifkan, Guru Diminta Ikut Awasi Makanan Siswa

    Keracunan MBG di Pati, SPPG Dinonaktifkan, Guru Diminta Ikut Awasi Makanan Siswa

    PATI - Duka menyelimuti puluhan siswa di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, setelah mengalami gejala keracunan usai menikmati santapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini memaksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa di wilayah tersebut untuk menghentikan sementara operasionalnya. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang mendalam.

    Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, membenarkan adanya kejadian yang tidak mengenakkan ini. Sebanyak 23 siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, pusing, hingga muntah pasca menyantap menu MBG pada Senin, 9 Februari 2026. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut.

    "Ya, terkait MBG di Pati, kemarin memang terjadi ada keracunan sejumlah 23 anak. Yang 22 anak dilarikan ke rumah sakit Keluarga Sehat Hospital. Nah ini sudah tertangani, kemarin dapat informasi sudah balik semua ke rumah, " ujar Risma kepada Wartawan, Sabtu (14/2/2026).

    Meskipun seluruh siswa yang terdampak telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, Satgas MBG Kabupaten Pati menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Operasional SPPG Margorejo kini sepenuhnya dihentikan sementara. Langkah ini diambil demi memastikan keamanan dan kesehatan para siswa, sembari menunggu hasil observasi dan pemeriksaan laboratorium dari tim ahli di Semarang.

    "Yang SPPG di Margorejo infonya saat ini belum beroperasi. Masih ditindaklanjuti dari hasil observasi yang dari Semarang, " jelas Risma lebih lanjut.

    Saat ini, sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan tengah dalam proses uji laboratorium. Pihak Satgas berkomitmen untuk menunggu hasil resmi sebagai landasan dalam menentukan langkah operasional selanjutnya bagi SPPG tersebut. Ini adalah momen krusial untuk memastikan standar keamanan pangan tidak terkompromi.

    Sebagai bagian dari evaluasi dan tindak lanjut, Satgas MBG Kabupaten Pati telah memberikan instruksi tegas kepada Asisten I dan Dinas Kesehatan. Mereka diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Pati. Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan selalu terjaga ketat di setiap lini.

    Tak hanya mengandalkan petugas kesehatan, para guru di sekolah juga dilibatkan secara aktif. Mereka diminta untuk turut serta mengawasi kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa sebelum disantap. Partisipasi guru diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak didik.

    "Kami perintahkan untuk terus memonitoring SPPG-SPPG yang ada di Pati. Dan kami minta para guru ikut mengawasi makanan yang tersaji untuk siswa-siswanya, " tegasnya.

    Insiden ini sendiri sebelumnya telah dilaporkan menimpa 23 siswa SMKN 4 Pati. Keluhan pusing dan mual mendadak muncul setelah mereka menyantap makan siang gratis tersebut. Saat ini, dapur SPPG MBG di Desa Muktiharjo masih berstatus non-aktif, menunggu hasil uji laboratorium yang menyatakan makanan aman untuk dikonsumsi kembali. (PERS)

    keracunan makanan gizi siswa keamanan pangan pati berita lokal kesehatan masyarakat
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Bupati Pati Juga Ditetapkan sebagai Tersangka...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    TMMD Kebumen: Air Bersih Mengalir ke Somagede, Harapan Warga Terangkat
    TNI dan Warga Kebumen Berjibaku di Malam Hari Bangun Jembatan Gantung
    Kasad Hadiri Penutupan Latsitarda Nusantara 46, Wujudkan Calon Pemimpin TNI-Polri yang Solid dan Adaptif
    Keracunan Massal MBG, Ribuan Siswa Jadi Korban, Apa Akar Masalahnya?
    TNI Rampungkan Jembatan Bailey Alue Leuhob Aceh Utara, Akses Tiga Kecamatan Kembali Terhubung

    Ikuti Kami